(BETA)

Showing posts with label Berita. Show all posts
Showing posts with label Berita. Show all posts

Monday, June 1, 2015

Di Hadapan Jokowi, GMNI Ingatkan Kembali Nawacita dan Trisakti

 Di Hadapan Jokowi, GMNI Ingatkan Kembali Nawacita dan Trisakti

Presiden Joko Widodo diingatkan kembali untuk melaksanakan Nawa Cita dan Trisakti Bung Karno. Lebih-lebih dalam enam bulan pemerintahan, Jokowi telah menjauh dari Nawacita dan Trisakti Bung Karno karena dibajak oleh oknum-oknum di sekitar Presiden.

Demikian disampaikan Ketua Presidium Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Twedy Noviady Ginting, dalam keterangan beberapa saat lalu (Selasa, 19/5).

Kata Twedy, peringataan ini disampaikan langsung kepada Jokowi dalam pertemuan tadi malam (Senin, 19/5). Selain GMNI, hadir dalam pertemuan itu perwakilan HMI, KAMMI, beserta alumni dari beberapa universitas

“Pertemuan tersebut kelanjutan dari pertemuan dengan Dewan Pertimbangan Presiden beberapa waktu yang lalu, dan bukan untuk meredam gerakan mahasiswa,” jelas Twedy.

Kembali ke pertemuan. Di hadapan Jokowi, Twedy menegaskan bahwa Presiden harus segera melakukan evaluasi terhadap kinerja menteri-menteri beserta pejabat eselon I dan II. Sehingga Nawa Cita dan Trisakti Bung Karno bisa dirasakan masyarakat lewat kebijakan dan program Pemerintah.

“Penataan ulang di sektor energi harus berpihak pada kepentingan nasional. Pembangunan Kedaulatan Pangan tidak hanya berorientasi pada swasembada pangan tetapi harus mengangkat perekonomian petani dari golongan ekonomi menjadi kelompok ekonomi menengah.” kata Twedy.

Terakhir, Twedy mengingatkan kembali Presiden untuk konsisten menjalankan program Reforma Agraria sebagaimana telah dijanjikan pada masa kampanye.

“Pada pertemuan tersebut Presiden Jokowi berkomitmen melakukan pertemuan simultan dengan pemuda khususnya dari organisasi kemahasiswaan,” demikian Twedy.

Dimuat di rmol.com pada 19 Mei 2015

DPC GMNI Denpasar Kembali Mengisi Ruang Pergerakan


Setidaknya ada dua agenda aksi yang dikawal aktivis pergerakan di Bali dalam semester pertama di tahun 2013 ini. Pertama, saat peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada Mei lalu. Massa aksi yang dikerahkan juga cukup signifikan dibandingkan dengan aksi-aksi sebelumnya. Kedua, terkait isu kenaikan BBM baru-baru ini. Atas isu-isu tersebut, massa aksi tidak saja terdiri dari sebuah organisasi, melainkan dari beberapa organisasi mahasiswa yang dalam ilmu sosial disebut sebagai kelompok kepentingan anomik.



GMNI sebagai salah satu organisasi pergerakan mahasiswa khususnya Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Denpasar mulai terlihat aktif turun ke jalan setidaknya dalam semester pertama tahun ini. Sebelum-sebelumnya, panji-panji atribut organisasi yang menanamkan ideologi Marhaenisme (Bung Karno) ini jarang terlihat dalam aksi meskipun beberapa kadernya mengisi posisi-posisi strategis di organ internal terutama di pemerintahan mahasiswa Universitas Udayana.

Ditemui di sela-sela aksi ketiga Aliansi Rakyat Untuk Demokrasi dan HAM (Ardham) yang menuntut pencabutan kenaikan harga BBM, Ketua DPC GmnI Denpasar, Sindhu Andredita mengungkapkan organisasinya sedang dalam tahap berbenah dari yang sebelumnya karateker.

“Kita harus berhasil menggerakan masyarakat banyak untuk bergabung dalam organisasi pergerakan dan dapat mewarmingkan suatu gerakan yang nyata agar dapat melawan bentuk ketidakadilan yang menjadi kepentingan politik elit-elit tertentu” ujar Sindhu.

Beberapa momen penting seperti Hardiknas dan kebijakan kenaikan BBM dijadikan sebagai isu dalam mengisi ruang-ruang pergerakan. Hal inilah yang tampak dilakukan organisasi-organisasi pergerakan termasuk DPC GmnI Denpasar. Sindhu yang baru-baru ini mengikuti Kongres GmnI di Blitar juga mengatakan bahwa organisasinya yang berbasis pergerakan diharapkan memberi input kepada pemerintah dalam proses pengambilan kebijakan.

Terkait dengan kebijakan kenaikan harga BBM, mahasiswa program studi Hubungan Internasional, FISIP Unud ini juga menilai kebijakan pemerintah harus dievaluasi lagi karena melanggar konstitusi terutama pasal 33 UUD 1945. “Kita harus berhasil menggerakan masyarakat banyak untuk bergabung dalam organisasi pergerakan dan dapat mewarmingkan suatu gerakan yang nyata agar dapat melawan bentuk ketidakadilan yang menjadi kepentingan politik elit-elit tertentu” imbuhnya tegas.
(Clara Listya)

Dimuat Perslinimasa, 25 Juni 2013

Sikap DPC GMNI Denpasar

Berita GMNI

Tulisan GMNI

Kegiatan GMNI

Twitter Kami

Motto GMNI

Pemikir Pejuang - Pejuang Pemikir